Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hikmat Sejati Dari Allah, Bagaimanakah Itu?

Amsal 8: 19 - Apa yang kita "tuai" dari hikmat? Sampai saat ini, saya hanya memikirkan hikmat sebagai milik kepunyaan TUHAN - Anda tahu, Pencipta Alam Semesta?

Ternyata ada tiruan dari hikmat-Nya. Dan itu bisa terlihat, di permukaan, sangat mirip dengan hikmat yang sejati.

Bagaimana cara membedakan antara yang nyata dan yang buatan? Dari BUAHnya - apa yang hikmat tuai.

Saya suka apa yang Yakub (Yakobus) katakan tentang hikmat sejati: "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yakub 3:17).

Sebuah ayat sebelumnya mengatakan: "Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan." (Yakub 3:13).

Mungkin, ayat-ayat ini dapat dirangkum dalam satu kata: KERENDAHAN HATI. Hikmat adalah milik ADONAI. Dia membagikannya dengan kita karena Dia mengasihi kita dan ingin kita menjalani kehidupan yang menakjubkan di tengah dunia yang menyangkal Dia.

Saat kita mengambil hikmat itu dan mengambil alih kepemilikan, daripada mengelolanya, kita merusak keindahan dari karunia yang berharga ini.

Apakah hikmat yang kita hidupi menuai kemurnian, kedamaian, kelembutan, kemampuan mengajar, belas kasihan, kebenaran, dan kehormatan? Maka, kita memiliki buah yang lezat dari hikmat ALLAH. Buah yang bisa kita bagikan ke dunia yang sedang mengalami kelaparan.

Semoga panen kita berlimpah dan baik. Amen

Penulis: Wisaksono Setyo Putro

Posting Komentar untuk "Hikmat Sejati Dari Allah, Bagaimanakah Itu?"