Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jalan Yang Sepi

Benar kesendirian menghampiri diri

Cuaca panas tidak memberikan ampun

Rasa haus yang dalam dan takut  yang kuat

Memberikan rasa, di balik kehampaan


Perjalanan ooo, perjalanan

Inilah aku MUSAFIR, jalan sepi dan melelahkan

Tidak ada yang mau, banyak yang mundur

Inilah kehinaan untuk kemuliaan


Memberikan hak hidup sampai tak ada

Tak ada yang bisa diberi lagi

Terhantuk batu, terjatuh dan berdarah

Berteriak kesakitan dan mengeluh


Terjangan dunia memberikan keraguan

Saat ku pandang salib-Nya, ya salib-Nya

Inilah keindahan dan kemuliaan

Inilah semua kebusukkan ku dan cinta-Nya


Ku berkata, inilah yang jiwaku cari

Perjalananku baru saja dimulai

Untuk sampai kota mulia, bersama Dia

Biarlah kerinduan hati ini hanya untuk-Nya


Jalan masuk menuju-Nya begitu sulit

Hati yang harus terkoyak dan diganti baru

Mata yang rusak, untuk melihat kemurnian

Kaki yang melangkah hanya untuk kemuliaan itu

Posting Komentar untuk " Jalan Yang Sepi"