Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perenungan Pengkotbah 1:3-4 Apakah Gunanya? ya TIDAK BERGUNA

Pengkotbah 1:3-4 (TB) Apakah gunanya manusia bersusah berusaha dengan jerih payah di bawah sinar matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.

Pertanyaan yang haruslah Anda pikirkan secara serius bukan hanya Anda, bahkan saya saat menulis artikel ini. Bertanya-tanya, berkali-kali di dalam diri saya.

Apakah gunanya saya hidup dan kuliah?

Apakah gunanya saya hidup dan menerima uang?

Apakah gunanya saya hidup dan sekarang membaca dan menulis adalah kesenangan saya?

Apakah gunanya saya hidup jika akhirnya saya mati dan hanya itu?

Betapa dalamnya pertanyaa pengkotbah kuno ini, dia yang telah menikmati bukan hanya harta tetapi juga hikmat dari Allah.

Saya rasa ini pertanyaa banyak orang di dunia ini, para Filsof berusaha menjawab pertanyaa yang sama. Ada yang memaknai hidup mereka hanya dengan cara tidak berkeinginan sama sekali maka itulah makna dan kebebasan, hidup berhikmat dengan cara  berpikir.

Yaaaaaa semua orang berpendapat dengan nada dan makna yang berbeda, namun pada akhirnya mereka mati. Dan ketika bertanya apa gunanya saya hidup dan bersusah payah? Sekarang ke mana arah hati dan pikiran Anda memandang ke sanalah arah jawaban Anda. 

Apakah berpusat pada diri sendiri?

Ataukah berpusat pada yang ada di luar diri Anda?

Saya ingin memberikan jawaban saya, berdasarkan Galatia 2:20, saya hidup bukan saya lagi yang hidup tetapi hidup yang saya hidupi sekarang dalam daging yang rapuh dan fana dan menyedihkan dan melelahkan sekarang ini. Adalah hidup oleh iman kepada kasih karunia YESUS KRISTUS yang di atas kayu salib menebus saya dari perbudakkan dosa dan oleh kebangkitan-Nya menjadikan saya anak Allah penciptaka langit dan bumi.

Jawaban saya untuk pertanyaan di atas, saya bersusah payah untuk membawa banyak orang-orang yang hidup dalam tulang kering tak berguna, daging fana yang akhirnya membusuk, para pencinta dosa, bobrok, pendosa sama seperti saya untuk menerima Kristus atau binasa selamanya dalam kematian dosa.

Saudaraku bagaimana dengan Anda, Apa gunanya Anda hidup bersusah payah?

Marilah bergumul bersama saya, untuk hal yang penting ini, antara dunia kehidupan dan dunia kematian, sorga dan neraka, hidup untuk Kristus atau diri sendiri. 

Roh Kudus memampukan Anda dan saya, Amin.

Posting Komentar untuk " Perenungan Pengkotbah 1:3-4 Apakah Gunanya? ya TIDAK BERGUNA"