Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menangisi Kedangkalan

Ku rasa inilah hati Tuhan kita

Dia adalah Dia yang lemah kembut

Melihat kedangkalan, dan keengganan 

Orang-orang yang mengaku Kristen 

Tetapi benar-benar tidak mengenal Yesus


Yesus menangisi mereka, Yesus merasakan kekosongan

Karena kebodohan, dari kenikmatan yang ditawarkan dunia

Tidak mengerti betapa dalam dan indahnya Firman


Kita harus besujud untuk kedalaman akan Firman

Mempelajarinya terus terus dan terus menerus.

Kita harus secara serius mendoakan, mereka untuk berserah pada Injil


Dalam diam hati saya terluka

Melihat sekeliling, hidup Kristen

Namun, tanpa penyerahan samasekali

Watak tidak pernah berubah

Yang penipu tetap penipu


Yang cinta penghargaan diri tetap mencintai itu

Namun dengan berani berkata, “aku memuliakan Tuhan.”

Kita harus bertobat dan bersujud dan memberitakan kebenaran

Menyangkal diri dan mati bersama Kristus atau binasalah


Kepada gereja yang dangkal dan benar-benar dangkal

Bahkan jika ditanya, Siapa Yesus bagi Anda? Mereka tidak bisa menjawabnya


Apa yang Anda inginkan hari-hari ini

Saya sangat yakin bukan Yesus dan cita-cita-Nya yang mereka inginkan


Kita harus meneriaki kebenaran kepada diri

Dan lingkungan, menangislah, berdukalah, berdoalah, dan berteriaklah

Karena kedangkalan gereja dan tidak adanya penyerahan diri

Posting Komentar untuk " Menangisi Kedangkalan"