Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mendambakan Umur Panjang Bisa Menjadi Jerat ~ Richard Baxter

“Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu” Amsal 27:1

Apabila masa muda dan kesehatan membuat keberangkatan anda [ke alam baka] tampak masih jauh, hal ini sangatlah menipu dan menumpulkan bahkan orang terbaik, dan menyingkirkan kuasa setiap kebenaran dan kewajiban. 

Sangatlah sulit untuk mampu menjaga kesiagaan setiap bagian jiwa anda jika anda tidak memikirkan kematian dan penghakiman di depan mata. Perubahan besar atau kesukacitaan atau penderitaan di dalam kekekalan tidak akan serta-merta menyadarkan hati kita yang bebal kecuali kita menatap kematian sedekat dan senyata mungkin. 

Ada perbedaan umum dalam bayangan manusia atas kematian saat mereka sehat dan saat mereka sedang sekarat. Saat sehat, mereka dapat membicarakan kematian sambil tertawa, atau dengan enteng tanpa membangkitkan kesadaran jiwa. 

Menjelang kematian, kebanyakan mereka begitu berubah, seolah-olah mereka tidak pernah mendengar bahwa mereka adalah makhluk fana. Hidup di rumah kebahagiaan lebih berbahaya daripada hidup di rumah duka, dan mendambakan umur panjang merupakan musuh yang memilukan terhadap cara kerja anugerah, dan keselamatan jiwa. Hal ini sangat mendorong godaan untuk hidup mewah, berambisi, keduniawian, dan nyaris semua perbuatan dosa.

Tatkala manusia berpikir mereka masih memiliki bertahun-tahun waktu santai untuk bertobat, mereka condong lebih berani melanggar atau berbuat dosa! Apabila mereka berpikir mereka masih memiliki bertahun-tahun untuk hidup, ini menjadi godaan untuk memboroskan waktu dengan pengangguran, ogah-ogahan dalam perlombaan hidup mereka, membuang-buang waktu dalam pekerjaan mereka, dan terlalu menghargai kesenangan, kehormatan, dan imajinasi kebahagiaan di kolong langit. 

Orang yang hidupnya berkisar di antara gedung, atau tanah atau warisan akan memberikan nilai lebih penting terhadap hal-hal tersebut dibandingkan dengan orang yang tahun depan akan meninggal. Orang yang berpikir masih akan hidup bertahun-tahun lagi akan menganggap penting untuk memperoleh kekayaan, nama, keluarga, dan tempat tinggal, serta menyenangkan kedagingannya, sementara itu penyangkalan diri akan nampak sebagai satu upaya yang sulit. 

Sekalipun kesehatan merupakan kemurahan yang ajaib, namun ini bisa menjerat hati untuk mengalihkannya dari kewajiban. Waspadalah, jika anda mengasihi jiwa anda, janganlah sampai jatuh ke dalam perangkap harapan-harapan kosong dunia.

Richard Baxter (1615-1691), Practical Works, Bab I: hlm 60-61.

Posting Komentar untuk "Mendambakan Umur Panjang Bisa Menjadi Jerat ~ Richard Baxter"