Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejadian Pasal 29 dan 30

 Bacaan Alkitab Hari ini 17 Januari 2022 Kejadian 29-30

Terjemahan (FAYH) Firman Allah yang Hidup

Kejadian 29:1-35

1 YAKUB melanjutkan perjalanannya dan tiba di Negeri Bani Timur.

2 Dari jauh ia melihat tiga kawanan kambing domba berbaring di sisi sebuah sumur di lapangan terbuka sedang menunggu untuk diberi minum. Sebuah batu yang berat menutup mulut sumur itu.

3 Sudah menjadi kebiasaan di tempat itu bahwa batu itu baru disingkirkan setelah semua kawanan kambing domba berkumpul di situ. Setelah kambing domba itu diberi minum, batu itu dikembalikan lagi ke mulut sumur.

4 Yakub mendekati para gembala dan bertanya, "Dari manakah asal Saudara-Saudara?" "Dari Haran," sahut mereka.

5 "Apakah kalian kenal seorang bernama Laban, cucu Nahor?" "Ya, kami kenal dia."

6 "Bagaimana keadaannya?" "Keadaannya baik dan ia kaya raya. Lihat, itu putrinya, Rahel, yang datang dengan kambing dombanya."

7 "Mengapa kalian tidak segera memberi minum kambing domba kalian supaya mereka dapat kembali ke padang rumput?" tanya Yakub. "Hari masih panjang dan mereka akan lapar bila kalian sekarang sudah beristirahat."

8 "Kami tidak menyingkirkan batu dan memberi minum kambing domba sebelum semua ternak itu serta para gembalanya berkumpul di sini," jawab mereka.

9 Sementara mereka berbicara, Rahel tiba dengan kambing domba ayahnya, sebab ia seorang gembala.

10 Karena Rahel saudara sepupunya -- putri Laban, abang ibunya -- lagipula kambing domba itu kepunyaan Laban, pamannya, maka Yakub menghampiri sumur itu dan menyingkirkan batunya, lalu memberi minum kawanan kambing domba itu.

11 Kemudian Yakub mencium Rahel dan menangis!

12 Ia menjelaskan bahwa ia saudara sepupu Rahel dari pihak ayah Rahel, yaitu putra Ribka, bibinya. Rahel cepat-cepat lari dan memberitahu ayahnya. Mendengar kedatangan Yakub itu Laban segera keluar menyambut dia. Ia mendekap serta menciumnya, lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Yakub menceritakan segala sesuatunya kepada Laban.

13 (29-12)

14 "Engkau darah dagingku sendiri!" kata Laban kepadanya. Sesudah Yakub berada di situ kira-kira sebulan lamanya,

15 Laban berkata kepadanya, "Walaupun kita sanak dekat, janganlah engkau bekerja bagiku tanpa upah. Berapakah yang kauminta?"

16 Laban mempunyai dua orang putri: yang lebih tua bernama Lea dan yang lebih muda bernama Rahel.

17 Lea mempunyai mata yang sayu, sedangkan Rahel sangat cantik dan menarik.

18 Yakub mencintai Rahel. Maka ia berkata kepada Laban, "Aku akan bekerja padamu selama tujuh tahun kalau engkau mau memberikan Rahel, anakmu yang lebih muda itu, menjadi istriku."

19 "Baiklah," sahut Laban. "Aku lebih suka memberikan dia kepadamu daripada kepada orang lain. Tinggal saja di sini dengan aku."

20 Demikianlah Yakub bekerja tujuh tahun lamanya untuk memperoleh Rahel. Tetapi baginya masa itu serasa hanya beberapa hari saja karena ia sangat mencintai gadis itu.

21 Akhirnya tibalah saatnya ia menikah dengan Rahel. "Aku sudah memenuhi janjiku," kata Yakub kepada Laban. "Sekarang berikanlah calon istriku itu supaya aku menikah dengan dia."

22 Laban mengundang semua orang di daerah itu untuk merayakan pernikahan Yakub secara besar-besaran.

23 Pada malam itu, ketika hari sudah gelap, Laban membawa Lea kepada Yakub, dan Yakub menerima dia sebagai istrinya.

24 Laban juga memberi Lea seorang gadis bernama Zilpa sebagai hambanya.

25Tetapi pada pagi harinya Yakub mendapati bahwa yang menjadi istrinya itu Lea, bukan Rahel. "Perbuatan macam apakah ini?" Yakub menegor Laban dengan sangat marah. "Aku sudah bekerja tujuh tahun lamanya untuk Rahel. Mengapa engkau menipu aku?"

26 "Sudah menjadi adat kami untuk tidak menikahkan adik sebelum kakaknya," jawab Laban dengan tenang.

27 "Jalani dulu upacara pernikahan yang seminggu ini, maka engkau boleh memperistri Rahel juga -- jika engkau berjanji akan bekerja bagiku tujuh tahun lagi!"

28 Yakub setuju untuk bekerja tujuh tahun lagi. Maka Laban memberikan Rahel juga kepadanya.

29 Lalu Laban memberi Rahel seorang gadis bernama Bilha sebagai hambanya.

30 Demikianlah Yakub menerima Rahel juga sebagai istrinya, dan mengasihinya lebih daripada ia mengasihi Lea. Jadi, Yakub tinggal dan bekerja pada Laban selama tujuh tahun lagi.

31 Karena Yakub tidak mengasihi Lea, TUHAN mengaruniai Lea anak, sedangkan Rahel mandul.

32 Maka mengandunglah Lea, lalu ia melahirkan seorang putra. Ia menamainya Ruben (artinya 'Yahweh memperhatikan penderitaanku') karena katanya, "TUHAN telah memperhatikan penderitaanku dan sekarang suamiku akan mengasihi aku."

33 Tidak lama setelah itu Lea mengandung lagi dan melahirkan putra kedua. Ia menamainya Simeon (artinya 'Yahweh mendengar') karena katanya, "TUHAN mendengar bahwa aku tidak dikasihi, maka Ia telah memberi aku seorang anak lagi."

34 Lalu Lea mengandung lagi dan melahirkan putra ketiga. Ia menamainya Lewi (artinya 'Pengikat') karena katanya, "Pasti sekarang suamiku akan semakin erat dengan aku sebab aku telah memberikan tiga orang putra kepadanya."

35 Lagi sekali Lea mengandung dan melahirkan seorang putra. Ia menamainya Yehuda (artinya 'Puji-pujian') karena katanya, "Sekarang aku akan memuji-muji TUHAN!" Setelah itu ia tidak melahirkan anak lagi.

Quote dari saya;

"Jika Anda dan saya benar-benar cinta Kristus, maka seberat apa pun pelayanan yang Ia berikan itu akan menjadi ringan. tentunya semua itu karena Roh Kudus yang memberikan kekuatan kepada kita."

 

Kejadian 30:1-43

1 KETIKA Rahel menyadari bahwa dirinya mandul, ia menjadi sangat iri terhadap kakaknya. "Berilah aku anak! Kalau tidak, lebih baik aku mati saja," katanya kepada Yakub.

2 Yakub menjadi sangat marah. "Apakah aku ini Allah?" sahutnya dengan kesal. "Dialah yang membiarkan engkau mandul."

3 Rahel berkata kepadanya, "Ambillah hambaku Bilha sebagai istrimu, maka anak-anaknya akan menjadi anak-anakku."

4 Demikianlah Rahel memberikan Bilha untuk dijadikan istri Yakub.

5 Bilha mengandung dan melahirkan seorang putra bagi Yakub.

6 Rahel menamainya Dan (artinya 'Keadilan') karena katanya, "Allah telah memberi keadilan kepadaku, dan mendengar permohonanku serta memberikan kepadaku seorang putra."

7 Lalu Bilha, hamba Rahel, mengandung lagi dan melahirkan putra kedua bagi Yakub.

8 Rahel menamainya Naftali (artinya 'Pergumulan') karena katanya, "Aku sedang bertanding seru dengan kakakku dan aku menang!"

9 Sementara itu, ketika Lea mengetahui bahwa ia tidak mengandung lagi, ia memberikan Zilpa, hambanya, kepada Yakub untuk dijadikan istrinya.

10 Maka Zilpa pun melahirkan seorang putra bagi Yakub.

11 Lea menamainya Gad (artinya 'Peruntungan') karena katanya, "Peruntunganku menjadi baik lagi."

12 Lalu Zilpa melahirkan putra kedua.

13 Lea menamainya Asyer (artinya 'Bahagia') karena katanya, "Betapa bahagianya aku! Perempuan-perempuan lain pasti akan mengatakan bahwa aku sangat beruntung."

14 Pada suatu hari di musim panen Ruben menemukan beberapa buah dudaim yang tumbuh di ladang. Buah itu dibawanya kepada Lea, ibunya. Rahel minta kepada Lea, "Berilah aku beberapa buah dudaim anakmu itu."

15 Tetapi Lea menjawab dengan marah, "Tidak cukupkah engkau merebut suamiku? Dan sekarang engkau mau merebut buah dudaim anakku juga!" Rahel menjawab dengan sedih, "Ia boleh tidur dengan engkau malam ini bila kauberikan buah itu kepadaku."

16 Sore itu, ketika Yakub pulang dari ladang, Lea menyambut dia. "Malam ini engkau harus pulang kepadaku," katanya, "karena aku sudah menyewa engkau dengan beberapa buah dudaim anakku!" Maka Yakub pun pulang kepada Lea.

17 Allah menjawab doa-doa Lea. Ia mengandung lagi, dan melahirkan putranya yang kelima.

18 Ia menamainya Isakhar (artinya 'Upah') karena katanya, "Allah telah mengupahi aku sebab aku memberikan hamba perempuanku kepada suamiku."

19 Lalu ia mengandung lagi dan melahirkan putra yang keenam.

20 Ia menamainya Zebulon (artinya 'Anugerah') karena katanya, "Allah telah memberikan kepadaku anugerah-anugerah yang baik untuk suamiku. Sekarang ia akan menghargai aku karena aku telah memberikan kepadanya enam orang putra."

21 Sesudah itu ia melahirkan seorang putri yang dinamainya Dina.

22 Allah ingat akan permohonan Rahel. Ia mengabulkan doanya dengan memberikan kepadanya seorang anak.

23 Rahel mengandung dan melahirkan seorang putra. "Allah telah menghilangkan celaku," katanya. Ia menamai anak itu Yusuf (artinya 'Semoga aku mendapat lagi!') karena katanya, "Semoga TUHAN memberi aku seorang anak lagi."

24 (30-23)

25 Sesudah Rahel melahirkan Yusuf, Yakub berkata kepada Laban, "Aku ingin pulang.

26 Izinkan aku membawa istri-istriku dan anak-anakku, upah yang telah kuperoleh dari engkau, karena engkau tahu sendiri bahwa aku berhak penuh atas mereka dengan bekerja keras bagimu."

27 "Janganlah meninggalkan aku," jawab Laban, "karena menurut tanda-tanda serta penglihatan yang kuperoleh, berkat yang berlimpah-limpah yang aku nikmati selama ini ialah karena engkau.

28 Berapa upah yang kauingini? Berapa pun kauminta akan kubayar."

29 Yakub menjawab, "Engkau tahu betapa setianya aku bekerja bagimu selama ini, dan kambing domba serta ternakmu yang lain sudah menjadi bertambah-tambah.

30 Sebelum aku datang, jumlah binatang peliharaanmu masih kecil, tetapi sekarang kekayaanmu sudah sangat besar. TUHAN telah memberkati engkau melalui segala perbuatanku! Lalu sekarang, bagaimana dengan aku sendiri? Kapan aku dapat menghidupi keluargaku?"

31 "Berapa upah yang kauminta?" tanya Laban sekali lagi. Yakub menjawab, "Kalau engkau mau melakukan satu perkara ini, aku akan kembali bekerja bagimu. Izinkan aku pada hari ini memilih semua yang tutul, yang belang, dan yang hitam di antara kambing dombamu. Berikan mereka kepadaku sebagai upahku.

32 (30-31)

33 Apabila engkau menemukan kambing atau domba yang putih di antara kawanan kambing dombaku, engkau akan tahu bahwa aku telah mencurinya dari engkau!"

34 "Baiklah!" jawab Laban. "Jadilah seperti yang kaukatakan itu!"

35 Pada hari itu juga Laban mencari di antara kambing dombanya segala kambing jantan dan kambing betina yang belang dan tutul putih, dan segala domba yang hitam. Ia memberikan semuanya kepada putra-putra Yakub untuk disingkirkan sejauh tiga hari perjalanan dari situ. Yakub tinggal dan memelihara kambing domba Laban.

36 (30-35)

37 Lalu Yakub mengambil dahan pohon hawar, pohon badam, dan pohon berangan yang masih segar, dan mengupas kulit luarnya sampai tampak bagiannya yang putih.

38 Ia menaruh dahan-dahan itu di sebelah palungan tempat minum hewan sehingga kambing-domba itu akan melihatnya bila mereka minum. Pada waktu itu mereka suka berkelamin.

39 Kambing domba yang berkelamin di depan dahan-dahan yang belang-belang putih itu mendapat keturunan yang belang-belang dan tutul. Yakub memisahkan mereka dan mengumpulkannya dengan kawanan kambing dombanya. Kemudian ia memisahkan domba-domba betina milik Laban untuk dikawinkan dengan domba-domba jantan yang hitam miliknya sendiri. Demikianlah Yakub memperbanyak kambing dombanya dengan memanfaatkan kambing domba Laban.

40 (30-39)

41 Selain itu, setiap kali ada kambing atau domba yang sehat dan kuat akan berkelamin, ia menempatkan dahan-dahan yang belang-belang itu di depan mereka,

42 tetapi tidak di depan yang lemah. Jadi, Laban memperoleh binatang-binatang yang kurang sehat, sedangkan Yakub memperoleh yang sehat-sehat!

43 Akibatnya, kambing domba Yakub bertambah dengan cepat. Ia menjadi sangat kaya dan mempunyai banyak hamba, laki-laki dan perempuan, unta, dan keledai.

Quote;

"Setiap nama memiliki arti, setiap nama adalah doa orang tua bagi Anda dan saya, baiklah kasih Kristus saja yang melimpah atas kehidupan. Dan setiap kemujuran hanya hadir dari Kristus ketika kita di dalam Kristus, segala pujian bagi Kristus."

"Manusia memanfaatkan manusia lain untuk sebuah tujuan, tidak akan dapat hidup manusia tersebut tanpa manusia lainnya. baiklah kita menyadari hal ini, bahwa kesendirian membuat kita lemah, kebersamaan terutama di dalam Kristus itulah kekuatan." 

Posting Komentar untuk "Kejadian Pasal 29 dan 30"